Raja Ampat

Usai OKS. dengan kaka Ritz Kafir Kusuma

👤🦜 Berani Tampil Beda

 Kata-kata itu "berani tampil beda" sepertinya menjadi gaya hidup (lifestyle) sama Kaka Rits, sudah lama saya menulis tulisan ini, cuman baru puplikasih sekarang, karena skarang² ini saya lagi diperhadapkan tentang bagaimana harus menjadi orang yang percaya diri. Pada hal waktu itu awal saya mendengar dan bagaimana caranya, belajar dari orang yang lagi berbicara di depan saya adalah tidak jau dari soal percaya diri!

Soal percaya diri saja tapi selain itu, berbagi sedikit resum yang di sampaikan Kaka Rits, waktu itu di 
Coco Resort, Cimapar Bogor Jawa Barat, saat obrolan Kamis sore (OKS) 16 Januari 2020. Pembahasan tentang "Menggagas Konservasi Melalui Ekowisata" di Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Dari Fauna and Flora International-Indonesia Programe (FFI).

Profesi orang ternyata tidak selalu berawal dari latar belakang (bacround) yang menyatu (unity) atau pun sama, dalam berani mengungkap. Karena sosok Kaka Rits yang latar belakangnya bukan dari Fakultas Kehutanan atau pun Udayana di Bali (Pariwisata). Tapi bisa berbica tentang Ekowisata (ecotourism) khususnya soal burung-burung di Raja Ampat. Ternyata, "soal bakat itu bukan bawaan lahir (hakiki), orang bisa karena tekun belajar" (RH 2019).

Keputusan untuk belajar banyak hal, sama saja keluar dari zona nyaman untuk beradaptasi dan bertualang dunia lain, perlu orang-orang yang percaya diri menurut saya.

Raja Ampat, kebanyakan kita berpikir soal keindahan laut atau perairan saja, tapi selain itu ada juga dari daratannya berupa (rumah adat, jalan setapak, pengamatan burung, dan banyak lagi). Kalau sesuai uu kepariwisataan No 10 tahun 2009 butir a-f.
Butir C...
"Bahwa kepariwisataan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, yang dilakukan secara Sistematis, Terrencana, Terpadu, Berkelanjutan, dan Tanggung Jawab. Dengan tetap  memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya, yang hidup di masyarakat. Kelestarian dan mutu lingkungan hidup serta kepentingan nasional".

FFI punya struktur dan sistem manajemen masyarakat yang ada di kampung Waigeo dan sekitarnya dari segi pengelolaan, pemanduan wisatawan yang "pengamatan, sejumlah atau  jenis burung yang ada melalui kampung-kampung, pengamatan amfibi, berkelana di jalan setapak dan sebagainya".

Bapak Bernadus Wanma, salah satu pemandu wisata burung Kampung Saporkren yang bisa membantu wisatawan menjelaskan tentang burung endemik, diantaranya ada lima (5) species burung endemic Pulau Waigeo, Raja Ampat, seperti:
cendrawasih pohon atau cendrawasih merah (Red Bird Paradise), 
cendrawasih belah rotan (Cendrawasih Wilson) 
Gagak Hutan (brown huded crow)
Raja Ampat Pitohi (burung yang kecil) dan dari segi paket produk lainya seperti pengamatan amfibi, cicipi makanan khas atau tidur disana. Dengan memberikan kepercayaan sarta tanggung jawab dalam pengelolaan yang ada di Raja Ampat. Sangat merangkum dari uu No 10 tahun 2009, butir c khususnya.

Konservasi punya tiga pilar yahkni:  "Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan" di Raja Ampat mengagas konservasi itu melalui ekowisata dan ekowisata sendiri pun mempunyai tiga pilar pula ternyata! yahkni: "Ekonomi, Ekologi, dan Sosial Budaya" ketiga pilar itu tak bisa dipisahkan harus terhubung satu sama lainnya, (kata dosen saya sih gitu), 

Kegiatan pemanduan misal, yang memandu masyarakat yang punya wilaya dan pemasukan buat mereka sendiri, dari ketiga pilar ekowisata itu memulainya dari ekonomi nya berarti, kalau dari sumber daya alam yang mereka punya bisa memberikan manfaat, pasti mereka akan menjaga barang itu, (Sumber daya alam "SDA" atau sumber kekayaan alam "SKA") yang bisa mendatangkan wisatawan. Dan ketika menjaga alam tetap lestari (ekologi) pengunjung yang datang bisa merasakan makanannya dan tidur di rumah mereka, disana lah ada interaksi dua budaya yang berbeda (sosial budaya) dan saling memberi manfaat dari interaksi yang ada. 

Soal komunikasi masyarakat di Raja Ampat itu, mereka sudah belajar dan berbagai macam pelatihan dari semua kalangan. Orang asing mereka sendiri yang memandu di setiap kawasan mereka. Dari kegiatan tiga pilar ekowisata mewujudkan tiga pilar konservasi dan lestari lah alam kita. Dan kita semua katakan...
Salam Lestari✊🌏👍

Bogor 24 Pebruari 2020
#ayomenulis

Post a Comment for "Raja Ampat"