Sekan Teknologi Sederhana
![]() |
| Sumber Gambar; Internet |
Apa yang kalian ketahui tentang sekan?
Sekan merupakan teknologi sederhana berbasis tradisional, untuk membuat atau menghasilkan api, sekan sudah lama di gunakan oleh suku Dani di Lemba Baliem, sebelum muncul teknologi moderen seperti kemari sampai sekarang dalam bentuk "korek kayu, korek gas dll", kemungkinan sama juga dengan daerah yang lain. Sekan juga di sebut gesekan antara kayu dan tali sebagai pematik api.
Berikut alat, bahan, dan langka-langka memeyalahkan api, menggunakan sekan (gesekan); Khusunya di Lemba Baliem, Papua.
1. Bahan
Bahan yang di gunakan saat akan membuat atau menghasilkan api, hanya dengan satu buah kayu kering. Berukuran sekitar 60-120 cm. Dan Sersah kering.
2. Alat-alat
Alat yang di gunakan saat menyalakan api, teridiri dari "batu atau kayu (pendek kecil), rotan atau sejenis tali panah".
3. Langkah menyalahkan api;
1. Pastikan tempat yang kering, dan alat dan bahan yang akan gunakan semua kering,.
2. Susun sersa "kalau di suku Dani, pakai bekas atau serbuk kulit pembuat noken yang di keringkan" bisa juga alang-alang (atap rumah/honai), bahkan serabut kelapa asal kering.
3. Di atas susunan yang kering tadi, kemudian menaru bahan atau kayau kering yang terlilit setengah lingkaran dari diameter kayu kering, hanya setegah saja. Karena kedua ujung akan di pegang untuk tarik-menari "secara bergantian" oleh kedua tangan, sedangkan kedua kaki sambil injak dari kedua ujung kayu yang letaknya di atas bahan kering,. Sambil injak menahan agar tidak terbongkar susunannya akbit gaya yang di berikan terhadap susunan melalui tali. Kayu mirip dengan peyepit, kalau suku Dani menyebutnya "Hapa" yang biasanya digunakan untuk alat pemindah bendah panas seperti "batu, api, dan seterusnya",. Kemudian dalam selah penyepit menaruh batu atau kayu kecil, yang berfungsi sebagai pemberi ruang untuk sedikit oksigen yang dapat menghidupkan api. Karena dasarnya api akan ada kalau ketiga bendah tersebut ada yahkni "Api, Bahan, dan Oksigen".
4. Gaya yang diberikan awalnya pelan, agar gesekan akan tenang dan membentuk pada satu tempat "tidak gesek kesana-kemari" agar tidak membongkar bahan bakar, kemudian perlahan dan nantinya konstan sampai akibat gesekan tali pada kayu menimbulkan bau api "bertanda akan ada apai" terus pertahankan posisi dan jangan kendor gayah yang sedang diberikan. Gesekan yang ada. Bahan-bahan kering akan masuk di selah akibat pergerakan dari gayah dan saking panasnya butiran kering masuk dalam selah gesekan tali pada kayu, kemudian akan menghasilkan butiran api dan lebih lanjut lagi menghasilkan asap. Jika suda ada asap hentikan kegiatan tarik-menarik dan dengan cepat lepaskan kayu serta talinya, sambil lepaskan butiran api di belahan/selah kayu ke bahan kering, "tutup/satukan butiran api pada bahan kering" sambil tiup "kasih sedikit oksigen" pancing api nyalah.
5. Kalau sudah menyalah pindahkan ke susunan (miniatur kayu) untuk proses pembakaran dalam skalah besar. Jika skalah kecil, jika sudah nyalah tumpuk "tidak terlalu padat" agar tetap ada oksigen dan api siap di gunakan untuk proses pembakaran, guna memasak, hangatkan badan dan lain-lain.
Begitu dulu, Thanks for reading
Bogor, 25 Mei 2020

Post a Comment for "Sekan Teknologi Sederhana "