Ngide
Ngide Itu = Bachot?
Ide/gagasan tentu sesuatu yang akan datang (fisioner). Tergantung gagasan seperti apa yang diproduksi dari otak kanan.
Ide atau gagasan yang diproduksi otak kanan, bagaimana cara mengungkapkannya (berpendapat) entah di forum atau di balik layar secara (lisan maupun tulisan) dengan harapan terrealisasikannya dalam jangka waktu tertentu.
Permasalahannya, selain keberanian untuk mengambil keputusan entah dipendam atau berpendapat bahkan merealisasikannya. Perlu pertimbangan-pertimbangan yang kongkrit tergantung apa sasaran sebuah ideh tersebut.
Kenyataannya bisa salah dan benar, karena setiap pemikiran yang dihasilkan otak kanan tergantung buku yang dibaca, pengalaman pribadi, dan persoalan yang ada di lingkungan sekitar. Ketiga hal tersebut adalah indikator yang membantu otak, untuk memproduksi ide yang seadanya.
Terkadang juga sebuah ide yang tidak mendukung dengan lingkungan (orang-orang yang tidak tepat) juga menjadi penghambat, karena tidak sepaham. Apa lagi yang tidak sehat dalam berargumen atau cenderung cari aman, contohnya "di forum baik-baik saja, tapi di balik itu suka membicarakan orang lain".
Alasan lingkungan yang tidak tepat, buat mengungkapkan sebuah ide, apa lagi merealisasikannya. Paling solusinya dipendam.
Tapi ide yang fisioner sekalipun dipendam tanpa terungkap, Ia akan berbicara sendiri, seperti sebuah kebenaran dan orang disekitar akan sadar sendiri tanpa harus menyampaikannya lagi dengan seiringnya waktu, dan sang pemilik ide akan jau melangkah lebih dari yang lain dan sang pemilik ide mulai berani mau bertanggung jawab dalam merealisasikannya.
Sama saja bisa tidak jau bedah dengan seorang medis yang menunggu menangani pasiennya setelah tumbang dulu, bukannya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Terbentur antara di zonanya dalam diam apa berani seperti ikan salmon, dari zona diamnya untuk tetap berpendapat, berargumen, dan jika buntu pasang badan di depan. Biar pun di posisi minoritas, tapi hasil pemikiran yang diproduksi otak kanan, juga dari berpendeharaan dari dalam hati yang paling dalam. Jadi jika tidak disiplin dalam mengelolah otak (tidak pekah terhadap kondisi) karena kepekaan adalah merangsang alam bahwa sadar untuk berfikir dan menganalisa lebih dalam lagi, karena sesuatu yang nyata, (dilihat, didengar, dirasakan) itu lebih mudah dicernah buat analisa dari pada di baca.
Karena hasil baca hanya menambah kosa kata dan bisa merangkaikan dengan terustruktur dalam lisan dan tulisan.
Semua orang bisa berfikir, dalam menyampaikannya hanya dalam dua cara saja, yahni dalam lisan dan tulisan dan keduanya butu keberanian, sementara singkirkan dulu rasa malunya, terbuka dengan kritiknya.
SC, 27 Desember 2019
#ayomenulis

Post a Comment for "Ngide"