Tenggelam

Dok Pribadi. 2020
Aku pernah membuat jalan setapak di punggung

Meski penuh kerikil dan terjal berbatu
Dan aku tak mengenakan sepatu

Kau tahu, atau tidak?
kaki ini pernah menahan perih tertusuk ranting; peninggalan masa lalu

Lalu, luka menjelma menjadi pepohonan yang tiba-tiba tumbuh liar memenuhi lapang punggung ini dan menjadi rimbun.

Penuh dengan guguran daun-daun rindu tak bernyawa
nyaris sesak

Seketika, hujan buatan di pelupuk mata menderas
jadilah sungai

Kabar baiknya, saya bukan penelusur dari sungai itu,  yang tahu tempat bermuara

Kota Hujan, 22 September 2021

Post a Comment for "Tenggelam"