RITUAL
![]() |
| JP. 17 Bebruari 2023 |
Dari sepi di sini, banyak cerita yang semua mulai dari pertanyaan satu arah. Dengan senang hati menjawab dari satu ke yang lain sambung-menyambung dan akhirnya adalah keramaian. Sehingga perlahan meninggalkan (mengalihkan perhatian) diskusi hangat itu.
Terkadang melihat orang baru kita suka kepo dan aneh, bisa terlihat dari semua pertanyaan yang diajukkan, namun juga perlu memahami rasa ingin tahu dan kekepoan mereka. Tapi itu hanya bahasa sederhana, kalau bahasa lain untuk memperhalus teksturnya adalah "kalau ketemu orang baru, kita layak menjadikan mereka guru dan kita pantas untuk menjadi murid".
Sehingga tekstur pandangan itu, buat kita senang diskusi tanpa mencurigai dan paling penting kubur jauh-jauh rasa menggurui dan saling nyerap informasi sebanyak mungkin. Karena menjawab pertanyaan itu bukan mengajari, melainkan memberi tahu jawabannya mengenai keanekaragaman budaya, bahasa, sistem pertanian, dan banyak ilmu lain yang bisa di sharing-kan, sebab bedah daerah antara dua pihak si komunikan dan komunikator.
Beberapa menit berlalu, beriring keramaian mulai pamit satu-persatu dari setiap insan yang semuanya adalah mahasiswa/i, yang berkoloni antar program studi masing-masing. Seseorang penjaga warung kopi (warkop) akan dihibur dengan semua warna-warni tembok yang menjadi barang dagang. Di situ momment dimana batin mulai melirik, seperti apa arti kesepian dan bisa menjadikan nya sebuah ritual...?
Keramaian buat dia untuk berritual dari pelayanan yang ia lakukan, seperti menyeduh aneka minuman berasa, aneka indomie dan lain-lain. Lalu pertanyaan nya adalah, apakah kau bisa berritual tanpa perantara (pelayanan) yang menjadi rutinitas setiap kali ada pengunjung atau pembeli?
Diam - diam dan keramaian itu pergi, ada ritual lain tanpa harus berreaksi. Kenapa ada reaksi, ritual tadi di atas karena ada kerangkaian baik seri/pararel yang memerlukan supaya sebuah perhatian fokus dan menjadi perantara (isolator), jadi tidak secara langsung (konduktor) sehingga menjadikannya untuk mengarahkan ke jalurnya sesuai konteks. Misalkan ritual buat mie dan lain sebagainya.
Lulu apa itu ritual tanpa aksi yang bisa bereaksi? Semua ritual memang perlu reaksi yang mengaitkan dengan indera secara langsung melalui jaringan saraf yang memberi sinyal kemudian sampai otak, karena otak punya banyak saraf dan beberapa langsung terhubung dengan indera, seperti penglihatan, pengamatan dan penciuman. Kemudian proses ritual berhubungan dengan neuron, yang dimana sistemnya adalah; kontraksi otot;membangun kesadaran; menciptakan memori; dan merasakan emosi!
Jalannya ritual begitu kompleks memang. Namanya ritual tentu terkonsep dan bersistematis, hal tersebut ketahuan dari arti nama ritual. Ritual artinya berhubungan dengan ritual yang dimana dilaksananakan secara sakral atau seremonial, kata lain tidak bisa sembarang; tertata secara bertata; tata cara, tata tempat, dan tata waktu serta ada protokol khusus dan itu organik.
Tepi bedah, bisa bayangkan situasi warung sepi. Semua fasilitas ada untuk bisa dikerjakan, tapi kalau sampai tidak bereaksi atau bertindak, itu ritual secara mistis. Maksudnya karena bedah tipis, hanya karena tidak sampai bertindak saja, sementara nalar sedang berbuana-kelana. Namun sering diabaikan karena selalu spontanitas, karena itu rutinitas.
28 Feb 2023

Post a Comment for "RITUAL"