Adik Baru, Nisa Namanya
![]() |
| Tubruk Art. 10 April 2023 |
𝗔𝗱𝗶𝗸 𝗕𝗮𝗿𝘂, 𝗡𝗜𝘀𝗮 𝗡𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮
Nisa merupakan anak tunggal dari keluarga baik-baik, bapak dan ibunya berbaik hati dan juga rutinitasnya tidak jau dari kegiatan pertanian. Namun sepasang keluarga yang profesi aktif dibidang seni dan juga menggeluti dunia pertanian mulai dari ternak kambing, domba serta kegiatan pertanian secara luas/spesifiknya dan memiliki kawasan pertanian yang memang bisa dikatakan komlek. Selain itu rumahnya berdampingan dengan pusat (Central) dari aktivitas kebudayaan, kebetulan bapaknya Nisa seorang budayawan yang ramah, berbagai alat musik, mulai dari seni tari, seni ukir, dan berbagai alat musik dalam pondok sebagai kasepuhan adat yang diketuai bapaknya, Nisa dengan tekun dan menguasai semua jejak bapaknya, gadis desa berdara Sunda itu otomatis jiwanya mengikuti bapaknya dan kebetulan bapaknya adalah kepala adat kasepuhan.
Entah mengapa, keseharian Nisa macam ada yang kurang, Nisa selalu merindukan sosok kakaknya. Sewaktu Nisa masih dibangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ternyata ia pernah mengajukkan sebuah permintaan pengen punya kakak seperti Anisa. Anisa ini teman mainnya yang merupakan dari kampung sebrang dan mereka sekelas di bangku paud. Namun jawaban dari bapak ibu Nisa sangat mengejutkan, kata kedua orang tua Nisa, katanya kakakmu sedang sekolah di negeri yang jauh, suatu saat nanti kakakmu pulang ke rumah. Kenapa mengejutkan, karena Nisa sendiri tak pernah tau, kalau dirinya adalah anak tunggal atau satu-satunya anak bapak dan ibunya, saking tiada duanya kasih sayang orang tua, selalu Nisa tak pernah merasa kurang kasih sayang "memang", namun. Ia merindukan sosok kakak "Itu".
Memori itu, dalam ingatan Nisa tidak pernah lupa, dan tumbuh bersama-sama dengan dirinya, bahkan sejak bangku sekolah dasar (SD) duduk di kelas dua, Nisa sempat menulis surat untuk Kakaknya dan surat itu berakhir terselip dalam buku harian (𝙳𝚒𝚊𝚛𝚢) nya Nisa. Isi surat tersebut berikut;
𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬,
𝘒𝘢𝘢, 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨? 𝘒𝘢𝘭𝘰 𝘭𝘪𝘣𝘶𝘳 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢 𝘬𝘢, 𝘕𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘨𝘦𝘯. 𝘕𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘕𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘦 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘕𝘪𝘴𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘭𝘪𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘕𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘶𝘳𝘶-𝘨𝘶𝘳𝘶 𝘕𝘪𝘴𝘢.
𝘖𝘩 𝘪𝘺𝘢𝘩, 𝘬𝘢𝘬𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘕𝘪𝘴𝘢, 𝘕𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘰𝘯𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘯𝘫𝘪𝘯𝘨. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘬𝘢.
Sejak paud, Nisa dengan mata sendiri menyaksikan teman-teman nya diantar-jemput oleh orang tua dan juga kakak-kakak dari teman-teman nya bahkan sampai di bangku sekolah dasar sedangkan dirinya dengan seorang tukang ojek yang memang sudah kontrak dengan orang tuannya.
Sampai-sampai Nisa di ujung bangku sekolah menengah pertama (SMP) karena Nisa mulai besar, maka pulang dan pergi Nisa mengatur sendiri pakai aplikasi gojek, terkadang ikut sama teman yang sudah memiliki motor. Akhir cerita Nisa sudah di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Dan sudah duduk di kelas ix (sembilan).
Kala itu, proposal penelitian di acc dosen pembimbing pada salah satu kampung dimana Nisa tinggal,. Datangi lokasi sebelum pembekalan dan tanggal pemberangakatan ditentukan pihak kampus, merencanakan sebelum penelitian naik Gunung dengan alasan survei lokasi dan kebetulan sekolah Nisa ada dipersimpangan jalan. Dari gapura atau gerbang pas memasuki sekolah, sebelah kanan bertulisan yang tertulis "Exrakulikuler Seni & Sastra Sundah), yah sempat mengamati dari jau dan juga kampung diantara kampung-kampung di sekitarnya dengan tujuan survei tersebut, sekolah itu satu-satunya sekolah terbaik negeri yang ada di desa. Sore itu sengaja mampir untuk mencari informasi dan kebetulan anak-anak sudah pulang, yang masih ada sedikit anak-anak Pramuka dan anak-anak kesenian masih latihan berbagai alat musik sundah.
Aktivitas Nisa, kesehariannya kalau di sekolah, selain di kelas Nisa di sekretariat exrakulikuler, begitu juga di rumah, di rumah ketika akan tidur, lebihnya di saung kasepuhan. Setiap pagi dan sore ia selalu bermain dengan anjing kesayangannya.
Kedatangan rombongan kami begitu meria diterima oleh masyarakat sekampung dimana Nisa tinggal, namun Nisa belum pulang sore itu, memang jam pulang Nisa dan pergi setiap jam 06.00 dan pulang jam 18.00, jadi setiap hari Nisa menghabiskan waktu selama 12 jam, dan itu salah satu budaya kerja atau belajar mengenai konsistensi jam kerja, ternyata memang dengan sengaja mau nya orang tua Nisa, dan kami masing-masing ditunjukan oleh salah satu perwakilan dari kampung yang akan kami tinggali selama di lokasih. Kemudian saya ditunjukan ke orang tua Nisa, bapaknya Nisa agah cuek orangnya, beliau keras memang tapi tidak pusing orangnya, sebagai seorang budayawan hidupnya tidak jau dari baca koran "julukan orang sekampung" dan kagetnya lagi ia lulusan luar negeri salah satu kampus budaya di negeri "Kincir Air" menyelesaiakan studi di salah satu kampus terbaik yakni 𝘜𝘯𝘪𝘷𝘦𝘳𝘪𝘵𝘺 𝘰𝘧 𝘈𝘮𝘴𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮 pada program/Fakultas Seni Kreatif dan Desain, kemudian melanjutkan jenjang es tiganya di kampus 𝘛𝘪𝘭𝘣𝘶𝘳𝘨 𝘜𝘯𝘪𝘷𝘦𝘳𝘴𝘪𝘵𝘺 pada jurusan 𝘈𝘳𝘵 𝘔𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘯𝘥 𝘚𝘰𝘤𝘪𝘦𝘵𝘺, sedangkan ibunya Nisa pada jurusan Desain ITB dan mendapatkan beasiswa 𝘛𝘩𝘦 𝘉𝘳𝘪𝘵𝘪𝘴𝘩 𝘊𝘰𝘶𝘯𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘊𝘦𝘯𝘵𝘳𝘢𝘭 𝘚𝘢𝘪𝘯𝘵 𝘔𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘴 𝘊𝘰𝘭𝘭𝘦𝘨𝘦 𝘰𝘧 𝘈𝘳𝘵 & 𝘋𝘦𝘴𝘪𝘨𝘯 di London.
Saya sendiri kaget dengan bagian akhir dari paragraf di atas, namun begitu sebagai catatan untuk mengenal mereka selama ber-kkn (Kuliah Kerja Nyata) yang memang istilah mahasiswa di berbagai pelosok yang tidak asing lagi, atau kata lain Peraktek Kerja Lapangan (PKL) dan lain sebagainya, namun kali ini istilah ber-ppm (Program Pengapdian Masyarakat). Jadi ppm ini susulan dari kegiatan PKL sebelum akan melanjutkan (nanti) kegiatan Tugas Akhir (TA). Namun begitu lebih terkejut lagi, kedua orang tua dengan segudang pengalaman dan pengetahuannya, mereka mencintai budaya dan kampung halaman, ramah dengan semua orang. Rumah milik mereka seperti milik bersama, pintu selalu terbuka.
Selain tugas pokok kami, saya diminta bapak Nisa, untuk observasi setiap rumah untuk menganalisa perilaku masing-masing rumah tangga terhadap pengaturan atau cara pembuangan sampah, dan saya menyetujui hal tersebut, karena dampaknya sangat membantu masyarakat. Setelah mengambil data diselah waktu luang, sehari bisa 3-5 rumah yang dipandu Nisa. Lalu diidentifikasi jenis sampah dan menganalisa perilaku setiap rumah tangga, hal tersebut berdasarkan wawancara perlakuan atau cara gunakan sampah dari setiap kepala dari masing-masing rumah. Dan akan buatkan tempat sampah sederhana dan terpolah (sistematis) sehingga siklus sampah organik dan an organik terpisah dan teratasi bau dan nyamuk yang menyebabkan serangan berbagai penyakit dan juga bisa menyebabkan kebakaran yang disebabkan gas metana lalu buat laporan dan presentasi depan sekampung. Out putnya realisasihkan tempat sampah pada tempat umum yang dimana menjadi pusat kegiatan sekampung itu.
Jadi alurnya; Observasi dan pengambilan data secara lisan dan tulisan (wawancara dan kuisioner) ; Identifikasi jenis sampah dan perilaku ; Menganalisa ; Mendesain rancangan tempat sampah ; Cari alat-alat dan buatkan ; Bikin laporan dan ppt (arsip) dan ; Presentasi yang sifatnya diskusi.
Syukurnya semua lancar dan sesuai rencana, jadi membuatkan tempat sampah sederhana yang dimana proses penguraiannya adalah secara aerop dengan bantuan oksigen (udara) kemudian proses penguraiannya saat terurai akan terpisah pupuk organik padat (pop) dan pupuk organik cair (poc) kemudian digunakan untuk berbagai tanaman baik hias, pangan dan berbagai hortikultur lainnya.
Sesekali meluangkan waktu nemani Nisa bermain bersama anjing helder nya dan tidak pernah menyadari, kenapa Nisa begitu melekat dan kemana-mana entah itu di luar rumah, dalam rumah di tempat lain. Selalu Nisa yang ajak, bahkan sehabis makan malam/pagi Nisa memilih tempat duduk di samping,. Selalu ada saja topik ceritanya dan memang sudah bertubi-tubi dalam benaknya yang pengen ia cerita, pada hakekatnya Nisa ini anak pendiam jarang senyum, namun kedatangan kami di desa nya menguba pandangan secara umum tentang wawasan umum dan juga berbagai kajian yang kami rancang dan sosialisasi di kelas-kelas. Bahkan kami dilibatkan untuk ikut ngajar sekedar ngawas atau asisten di kelas, kegiatan diluar kelas dibebaskan pada kami dan kebetulan saya ditunjuk teman-teman untuk megang Pramuka.
Bapak dan Ibunya tahu, kenapa Nisa begitu, mereka memperlakukan saya seperti anak kandung mereka sendiri dan itu meyakini Nisa memori 15 tahun yang lalu tentang jawaban pertanyaan nya seorang kakak yang pernah dijanjikan nya itu dan juga surat yang pernah ia tulis pada buku harian nya, hari itu juga ia tunjukin. Setelah 3 hari berlalu itu kejadiannya! Haru baca suratnya, mau belikan boneka anjing, namun Nisa sudah besar dan punya anjing benaran yang namanya Lucky.
Sebulan lamanya dengan berbagai suka-duka, berbagai macam kegiatan diluar kegiatan utama dengan masyarakat sekampung dan di sekolah Nisa, sampai-sampai Nisa dan Saya bagaikan roti dan mentega, nempel terus tapi tidak meninggalkan rutinitasnya sebagai anak bapak ibunya, anak sekolah, anak seni dan juga sebagai adik. Ia juga pandai memasak dan kerjaan rumah seperti mencuci, menyapu, kasih makan ternak dan sebagainya Ia sangat profesional dan tidak diragukan lagi sedangkan anak sesusia dirinya bedah sekali.
Akhirnya hari perpisahan itu tiba, Nisa berfikir ya Kaka kembali dan habis lulus bakal pulang ke rumah, dan bisa konsultasi kembali mengenai kampus impian nya. Memang rasa kangen 15 tahun lamannya telah terobati, setelah ditinggal masa ppm di desanya dan perpisahan yang mengharukan itu menjadi tujuan (muara) dari perjalanan mendayung keliling di kampung nya, kami rombongan pun akan kembali dan disaksikan perpisahan itu oleh warga pada malam itu, setelah sorenya di sekolah
Bahtin Nisa sepertinya kakak akan kembali atau tidak, saat akan mulai pamit dengan sekeluarga, baju kesayangan Nisa ketika pentas diajang internasional sambil mengenakan dan katanya, ini baju Nisa, jaga baik kak. Sampai ketemu lagi byby...
Ucapan itu dengan senyum, dan mata mulai memenuhi kabut bening (air mata). Begitu perpisahan yg memisahkan dengan haru, kini sudah hampir setahun, wa masuk dan kabar bahagia dari bapaknya. "Hello Jo, adikmu sudah diterima di IPB university melalui jalur SNBP, kalo kamu ada kesempatan ke kampus, temui Adik Mu".
Akhirnya selain bersyukur sekali, bisa tinggal di desa dan keluarga yang memang baik, punya adik baru namanya Nisa.
Bogor, 13 Maret 2023.

Post a Comment for "Adik Baru, Nisa Namanya"