Bahasa (komunikan + komunikator = komunikasi)
![]() |
| Design Communications Vector. Sulthonul Arif. Akses 16:25 April 20,2023. |
Seperti sebelumnya yang Sa mau singgung Contoh bahasa lisan dan bahasa isyarat adalah, berkomunikasi dengan orang lain kita sebagai yang memberi informasi (komunikator) menyertakan dengan gerakan-gerakan organ tubuh dan indera tertentu, misalkan gerak mata, bahu, dan tangan sambil menunjukkan dls. Sementara itu bahasa tulisan dan bahasa simbol adalah, sertakan kata-kata dengan moot atau stiker yang paling seringnya pada via wa (WhatsApp), tg (Telegraf) dan lain-lain. Begitu juga bentuk komunikasi lain yang menggunakan dua unsur komunikasi dalam satu kejadian kegiatan komunikasi yang mungkin sering atau sedang berlangsung, pada waktu/tempat tertentu.
Sisi lain penting memang, karena hal tersebut bagian dari budaya dan juga bagian dari mempermudah berkomunikasi, agar sih atau siapa pun yang menerima komunikasi kita sebagai konsumen dari informasi (komunikan) mempermudah memperoleh informasi secara jelas, tepat, cepat dan dimengerti maksudnya. Sehingga kedua belah pihak menjadi sepakat pada inti dari komunikasi, yakni memberi dan memperoleh informasi. Atau kata lain kalo di pasar, agar bisa terjadi atau sepakat akan harga dari pihak konsumen dan produsen atau penyedia barang dan jasa sebagai pelayanan untuk menentukan harga pasar, maka diobrolin (negosiasi).
Namun demikian, kadang kita terlalu terbiasa dengan hal itu dan menjadi kebiasaan, sehingga menjadi budaya yang aneh. Kenapa saya berpendapat aneh? Karena kita tidak profesional dan tidak tau menggunakan atau menempatkan diri sebagai komunikan mau pun komunikator pada waktu dan tempat, yang paling penting adalah tidak mengerti komunikasi yang kita bangun, kenapa?
Contoh; sa komunikasi dengan orang normal via wa, di akhir kalimat ada kata terima kasih atau terima kasih banyak. Pada hal sudah cukup dengan kata tersebut, namun masih menggunakan striker atau moot ini (🙏).
Jadi logikannya begini; Kita bisa menggunakan atau menambahkan simbol tersebut, jika komunikan belum lancar membaca, atau orang baru pegang hape, sehingga simbol tersebut mempermudah agar dimengerti (maksudnya) adalah "saya berterima kasih".
Namun ini bedah, sama dosen saya komunikasinya "misal", memang untuk mempermudah, tapi kurang tepat, sisi lain terlalu boros. Karena dua cara (simbol dan tulisan) pada makna yang sama.
Tapi ada bahasa lain yang paling efektif, menurut Sa. Karena gunakan satu bahasa ini konsisten dan tidak ambigu, yakni bahasa sandi. Kalo sebutannya kepanduan (dulu) dan sekarang menjadi gerakan pramuka.
Kurang lebih 30 kata sandi yang pernah sa tau di kegiatan kepramukaan, penggunaannya hanya satu dan konsisten, contoh menggunakan cahaya baik siang dan malam walau pun sama-sama cahaya misalkan nyala api dan penerangan senter pada malam hari, sementara penggunaan pantulan sinar matahari pada siang hari. Masing-masing gunakan cahaya, tapi pendekatan penggunaannya langsung dengan bemda-benda di alam sehingga tidak bisa manipulatif, maksudnya manipulatif penggunaan sandi ini terletak pada benda lain yang tidak mungkin di tambahkan atau kurangi, sekaligus dalam satu maksud "komunikasi".
Jadi kalau cahaya api tidak berpindah tempat, selain atur cahaya atau nyala panjang-pendek atau besar-kecil, sementara cahaya senter atau pantulan selama matahari terjangkau, bisa digunakan untuk panjang pendek, bahkan berpindah tempat.
Jadi kalo sa, bukan bermaksud pelit, hemat, atau buang waktu, tapi terlalu berlebihan. Bukan kha semua yang berlebihan itu penyakit?
Bogor, 20 April 2023.

Post a Comment for "Bahasa (komunikan + komunikator = komunikasi) "