Googreen
Never menjadi medis, dan saya pinjam prinsip itu yang katanya "Mencegah Lebih Baik, dari pada Memperbaiki" apa kah saya tidak professional karena acara berbasisi mapala lebih dengan hampir semua kerangkaian acara yang ada hanya Manajemen Konflik, kedepan/kebelakan serbah salah usaha peserta terhadap panitia? Hanya terus memaksakan harus kuat antara fisik dan mental.
Kondisi fisik yang tidak sehat bisa merembet ke mental ata pun sebaliknya, apa lagi punya riwayat sakit yang berbeda-beda,. Tapi saya tidak memakai konsep medis sebelumnya, menangani kalau sudah jatu dulu, selama masih kuat tak perlu ada penangan. Hal yang begitu kontradiktif tapi saya tetap pakai perinsip yang dari awal saya pinjam, karena saya pinjam kata tersebut saya menjaga kepercayaan sampai acara selesai.
Antropologi atau sifat manusia, memang itu sudah. Kalau kaitkan dengan g o g r e e n. Tindakan nyata yang perlu menjadi gaya hidup (lifestyle) bukan nato (Not Action Talks Only) buat kita semua.
Antara lain seperti:
(Tidak membuang sampah sembarang,. Gunakan air bersih seperlunya,. Tanam satu orang, minimal satu pohon (untuk dua orang),. Hemat pemakaian listrik seefisien mungkin,. Gunakan tranportasi massal seperti busway, bus, angkot sangat dianjurkan,. Memilah sampah, daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali dan masih banyak lagi...)
Hal-hal di atas, hanya sebagian dari kita yang bisa mencobah, dan cobah kita semua begitu! Kita bukan batu, tapi kadang-kadang seperti batu, (awalnya keras kemudian picah juga), sama saja, rasa bodoh amat yang kadang kita anggap hal kecil membiasakan menjadi kebiasaan, pada hal-hal kecil bisa mengakibatkan sesuatu yang mengancam, contohnya kabar banjir, kebakaran, longsor dll, itu semua kan karena ulah kita-kita juga. Sudah terjadi baru tanpa di suruh kita gerak sendiri. Sebenarnya tidak perlu menyuru sih, tapi anjuran-anjuran seperti ketersediaan tempat sampah yang berbedah di tempat -tempat umum seperti kampus, itu kan bentuk perinta secara halus. Tapi sama saja sekali pun mahasiswa juga kadang-kadang (tidak semua). Atau pun seperti di desa Cisarua Bogor Jawa Barat, orang berbondong-bondong nanam pohon, karena sudah mengalami atau tau rasah gimana kalau sudah longsor!.
Saya juga sama, merasa bodoh amat dengan lingkungan. Tapi sering menulis sekali pun so konservatif, tapi pelan-pelan tulisan seperti ini menantang kembali, untuk berperilaku seperti itu "seperti yang kita semua inginkan, hidup di lingkungan yang nyaman" dan alam semesta ini pun dengan kita hidup saling memberi manfaat. Bukan saling manfaatkan "simbiosis mutualisme".
Bogor 17 Februari 2020
#ayomenulis
#gogreen

Post a Comment for "Googreen"