Percaya Diri
👥 Belajar Percaya diri, dari bang Hengki, kita sama² Organisasi Mahasiswa Daera (Omda Ciremai) "Cirebon, Majalengka, dan Kuningan. "bang Hengki ketua Angkatan Ekowisata Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, angkatan 53/2016, sosok yang bersikap penuh percaya diri dan benci dengan menjadi seorang penjilat"
Pengamatan kepribadiannya, gaya kepemimpinan dan bersikap profesional depan audiens formal mau pun non formal, yang saya amati, dan beberapa sikap dari pemahaman psikologi kepemimpinan dan rasa percaya diri (Sony Adam) dan (Dr. Wirawan).
Karena di kampus sering nongkrong "tempat nongkrongan/walau pun tak setiap hari" dan beberapa dobrakan baru dengan keberanian percaya dengan dirinya di angkatan nya sendiri, dan saya termotivasi dari yang saya lihat, dengar dan rasakan akhirnya acara perpisahan pada 14 Februari 2019, merupakan momen yang tepat untuk menulis, tentang "Percaya Diri" dari kepemimpinan/leadership
Percaya diri, tidak sama dengan optimis "percaya atas dasar, akan sesuatu" walaupun bisa saja sebuah optimis berasal dari dalam diri.
Pribadi yang penu percaya diri adalah cenderung bagi orang-orang yang selain mampu, karena kemauan cari tahu yang tinggi.
Bagaimana rasanya ketika kita kehilangan rasa percaya diri depan individu maupun kelompok sosial, bisa saja karena kita malas menerima kepercayaan yang diberikan karena beberapa hal, contohnya seperti seorang Ronny yang perna menolak berbicara depan orang, dan selamanya jadi malas. Paling parahnya lagi pandangan dari orang lain seperti apa?
Pada hal:
Rasa percaya diri bisa menunjukkan jati diri kita, yang sebenarnya. Karena salah satu faktor kita bisa kehilangan kepercayaan diri adalah saat kita berusaha menjadi orang lain. Meniru gaya orang lain misalnya. Sementara kita punya ciri khas sendiri, bahkan unik bedah sama orang lain. Benar bukan?
Rasa percaya diri, buat kita tidak mudah berpengaruh. Tapi terkadang kita terhanyut dengan rayuan orang lain. Jadinya kadang kita ikuti apa kata mereka, harusnya kalau sudah percaya diri kita tidak mudah terpengaruh.
Rasa percaya diri, membantu kita meningkatkan kualitas pribadi. Rasa minder dan takut memang nyaris sama, kedua rasa akan muncul karena kita memandang diri kita renda dari orang lain terus suka membandingkan mereka lebih dari kita.
Rasa percaya diri membuat kita semakin optimis, jarang sekali orang-orang yang optimis untuk mengelu, karena pekerjaan besar/kecil dengan optimis mereka selalu akan tampil siap/maju.
Rasa percaya diri juga membantu meraih kesuksesan atas "sebuah impian/cita²", karena tidak perna ada rasa takut untuk menyerah. Karena orang optimis tidak akan menimbang-nimbang dalam menentukan pilihan.
Rasa keraguan yang ada pun, bisa kita kalahkan dengan rasa percaya diri yang ada dalam kita. Karena ikuti kata hati sendiri dan merasa mantap dengan apa yang diyakini.
Ekspresi kita akan mengalir, seperti apa yang kita mau karena ekspresi datangnya perwujudan konsep dalam diri berupa tindakan atas perintah sang otak. Dari pada mengada-ada sesuatu tanpa kenyataan/realistis.
Rasa percaya diri, cenderung bertingkah realistis berbanding dengan krisis kepercayaan diri, karena suka berbuat sesuatu dengan fakta dan kenyataan yang ada.
Rasa percaya diri membuat kita lebih berusaha dari perkiraan orang, sekali pun kita optimis atau terkenal dengan apa yang kita punya, tapi kan kita harus terus latihan terus.
Rasa percaya diri membuat kita, tetap berjalan pada Treack yang seharusnya, kita bisa keluar jalur karena percaya dengan kata atau komentar orang yang mempengaruhi kita, bukannya kita percaya dengan apa yang sudah kita punya.
Rasa percaya tidak malu lagi, kecuali malu karena kita berusaha untuk menjadi orang lain.
Usaha-usaha untuk menjadi orang lain, bukan maunya hanya saja karena suatu keharusan, namun beliau tetap konsisten menjaga wibawah seorang pemimpin. Karena saya perna di tegur dan melarang membereskan lantai yang basa, sedang turnamen Ecotourism Compotition, sementara saya ketua pelaksana. "Di mana harga diri lu seorang pemimpin?", Ketegasan dan kejelihan dalam memperhatikan hal-hal kecil pun tak segan untuk menegur.
Dan rasa percaya diri yang murni, tentu kesederhanaan dalam bersikap menjadi diri sendiri apa adanya. Itu yang saya lihat, dan rasakan dalam waktu yang memang singkat. darinya.
Bogor 14 Februari 2020.
#ayomenulis

Post a Comment for "Percaya Diri"