Kota Hujan
Hujan di pagi hari tanpa diundang, kalau namanya kota hujan, yang jelas hujan selalu akan ada tanpa diundang. Hujan yang ada pagi ini adalah bentuk komunikasi berupa "The Controlling Style" karena saya akan memilih diam dan menontonnya dari kamar jendela, dan merespon hujan dalam diam tanpa bantah.
One Way Communications "Komunikasi satu arah" siang ini, sang hujan dan semua yang merasakannya (audiens). Mearasa ganjal dengan kedatangannya (hujan). Karena ada unsur memaksa yang berakibat nunda aktivitas saking otoriter yang ada sang hujan menggunakan kekuasaannya dengan cara memaksa bagi semua orang di bawa jagat raya untuk patuh padanya. Kekuasaan tertinggi diatas permukaan bumi, melalui siklus beberapai rangkaian yang ada mulai dari "penguapan air laut, jadi awan, ketemu dengan awan lain dan seterusnya jadilah hujan". Dan terkendalikan setiap kita yang merasakannya.
Gayah The Controling Communications punya kelebihan dan kekuarang, tergantung respon kita seperti apa, adanya hujan baik/tidak baik manfaatnya.
The Conroling Communications, kita anggap suka mengirimkan hujan ke permukaan bumi tanpa ada "Feedback" respon yang spontan saat terjadi hujan hari ini. Walau pun dia "hujan" punya cerita masa lalu yang panjang "cerita siklus terjadinya hujan/perubahan iklim" walaupun bersifat lokal atau yang kita tau istilah hujan lokal (Bogor Kota Hujan). Mungkin ada respon spontan dari kita, berupa penyesalan atau pun keluhan, tanpa ada respon balik dari sang hujan dalam waktu cepat atau pun lama.
_____________________
Sumber:
Sukses Berdebat "dengan manusia" (Sony Adam)
Gagal Berdebat "dengan hujan" (Soni Elopere)
We Love You Bogor.
Bogor 14 Februari 2020.
#ayomenulis

Post a Comment for "Kota Hujan"