Lintas Koteka

Gebyar Nusantara IPB 54/2017

KOTEKA "HOLIM"

     Koteka mungkin terdengar aneh dan kebanyakan orang khususnya di Indonesi yang belum mengetahui, mereka heboh dan kadang lirikan sinisme, sementara dari pandangan saya sangat sensitif. Karena itu budaya saya, koteka merupakan alat tradisional untuk memakai oleh pria, bahkan penanda kedewasaan dari usia anak meranjak ke remaja atau dewasa.

     Koteka itu nama benda yang sudah siap digunakan, koteka ini dari nenek moyang kami sudah digunakan sebelum ada isitilah operasi koteka sejak 1950-an oleh para misionaris yang menggunakan celana pendek sebagai peganti koteka.

     Koteka merupakan berasal dari Suku Dani di Lembah Baliem, Papua. Koteka sendiri kalau di suku Dani menyebutnya “Holim”  kalau bahasa latin belum spesifik karena istilah jenis tanaman labu-labuan atau labu air, yakni Lagenaria siceraria. Sementara jenis labu air banyak jenisnya, namun buah dari tanaman koteka seperti labu botol akan tetapi  seperti botol aqua lurus tidak membulat seperti tanaman labu botol, perbedaannya.

Izin bercerita tahap-tahap dari penanam sampai sudah terpakai oleh pengguna, khususnya koteka di lembah Baliem. Karena beberapa suku di pegunungan seperti Wamena bagian barat dan suku Yali agak berbedah cara pemakainnya!

1.       Benih

Holim atau koteka hanya bisa tanam dari bija, biji yang sudah keringkan sebelumnya. Caranya bekas pakai bagian bawah dari buah koteka atau yang masih utu (tanpa potongan), akan di simpan terselip diantara kayu pembatas loteng rumah (Honai). “Honai merupakan rumah adat suku Dani yang berbentuk bulat serta berlantai satu” intinya tempat yang kering bentuk benih atau biji koteka seperti logo “liverpool” namun bagian bawahnya tidak terlalu kerucut seperti pada logo tersebut namun tigaperdua panjang dari biji koteka bagian atas dan bawah,. Kalau mau menanm langsung saja dengan mediah tanah.

2.       Penyemaian

Penyemaian dilakukan tempat yang lembap, sambil menunggu proses pembengkakan dan memancing tunas dari biji koteka menjadi tunas. Jika sudah menumbuhkan tunas maka biji yang telah menjadi bibit, perlu perhatian khusus dari serangan hama seperti hama pemakan daun (Epilachna), bercak daun dan seterusnya. Bahkan penyakit pun perlu perhatikan seperti bercak daun,scab dan seterusnya. Kasih pupuk biasanya abu bekas aktivitas bakar-membakar dari rumah (abu+arang) menyiram yang rutin selama masah pertumbuhan. Perlakuan tersebut di lakukan sebelum memindahkan jika persemaian atau biji dalam jumlah yang banyak, bahkan bisa menyemai dan biarkan tumbuh dan besar di tempat yang sama.

3.       Penanaman

Menanam boleh di mana saja, yang perlu di perhatikan adalah jika tanaman holim atau koteka sudah besar perlu ruang kosong yang akan ia bertumbuh dan menjalar. Karena holim atau koteka merupakan tanaman Tigmotropisme yang mana tanaman yang terlalu respon terhadap sentuhan, bahkan setelah menyentuh penyangga/objek lainnya, sulur akan membelit penyangga tersebut, serta tanaman koteka ini akan memanfaatkan objek lain untuk mendukung pertumbuhan seperti yang nanti arahkan atau arah cahaya.

4.       Pemeliharaan

Proses pemeliharaan tanaman koteka atau holim cukup simple & flesible. Karena koteka jenis tanaman Tigmotropis yang sudah di jelaskan point tiga, karena itu perlu siapkan kayu yang terdiri dari penjangga, kayu buah, dan ranting-ranting. Membuat miniature dan arahkan pucuknya dengan kemiringan sekitar 40° saat awal, kemudian dengan ketinggian sekitar 2 meter dari permukaan tanah secara horizontal, karena kalau vertical kewalahan saat memanennya nanti. Karena buah dari koteka akan memanjang ke bawah (menggantung) normalnya, jika hendak membuat ragam bentuk buah kotekanya, maka bisa di ikat ujungnya saat pertama atau muncul buahnya dan seiring pertumbuhan dari buahnya akan membentuk kemauan kita, seperti benkok biasanya dengan kemiringan sekitar  150° dan seterusnya, agar saat memakai bisa berpariasi tidak lurus saja. Kalau yang saya memakai pada gambar lurus posisinya "bentuk kotekanya", bisa memiringkan ke samping kiri atau kanan, hanya saja tidak melilit pada badan karena tidak di bengkokan sebelumnya saat pertama seperti yang di jelaskan.

5.       Pemanenan

Memanen tanaman koteka ini bertahap, artinya tidak bersamaan, yang matang duluan bisa panen dan yang lain bisa setelahnya, karena selama masih menjalar tanaman akan berbuah walau pun tanaman koteka tidak seperti tanaman labu siam (Sechium edule) yang bisa bertahan lama karena mengeluarkan tunas terus-menerus atau berkelanjutan (sustainable)  dari akar utamanya. Waktu panen terlihat dari warna buahnya yang sudah menguning bahkan mengeras kulitnya serta daun-daun tanaman sudah kering sebagian atau daunnya akan kering bertepatan dengan buah-buah koteka. Satu bibit koteka bisa menghasilkan puluhan bahkan ratusan buah. Karena selama masih menyalar akan berbuah terus-menerus. Hanya dengan menggunakan gunting atau pisau cara memanennya, perlu waspada saat panen terjatuh dan bisa pecah atau mengkenai bendah tajam yang melukainya. Dan buah pertama pastihkan tetap bergantung persiapan stok bibit untuk menanam berikitnya.

6.       Proses awal pembentukan menjadi koteka

Setelah panen, akan membakar menggunakan kayu, bisa di luar rumah atau dalam rumah, sebelum dibakarnya memotong dahulu, ukuran dari tengah memotong menjadi dua bagian dan akan di bakar bagian hulu dari buah koteka. Bakar tidak terlalu hangus dan konsisten dalam pemantauan “balik seperti asar ikan atau bakar sate” dan sambil membilas permukaan luarnya menggunakan dedaunan atau kain bekas, agar licin dan mengilat kemudian menggunakan belahan kayu berukuran kecil, kuat, dan pastikan kedua tepiannya tajam seperti “pedang bermata dua” menggunakan kayu ini dengan lembut sentuhan dari kayu dan buah koteka, kayu tersebut mencunkil dari pinggir mengorek-ngorek mengeluarkan daging dan biji koteka yang berada di dalamnya. Akibat dari pembakaran membuat isi dalam koteka (biji dan daging koteka) menjadi masak dan lunak serta gampang untuk di keluarkan oleh kayu kecil yang di gunakan.

7.       Pelubangan dan penalian

Proses pelubangan dan penalian setelah menegeringkan beberapa hari, mengeringkan pastikan tempat yang kering dan tidak basah, namun tidak terlalu dekat api juga karena panas api dan asap api bisa mengubah tekstur dan warna dari koteka sebelumnya. Jika pastikan sudah kering dan akan berbunyi nyaring saat ketuk dengan jari di badan koteka, maka ada dua tempat yang akan dilubagi menggunakan jarum yang tanjam seperti jarum sol sepatu dan sejenisnya pastikan ukuran jarum atau lubang, tidak lebih dari 2 mili. Posisi pelubangan yang pertama berada bagian bawah ke atas 1 centi meter batas potongan sebelumnya, dan penalian benang dengan diamener 20 cm, ke dua ujung akan masuk melalui lubang pertama dan akan menambat dari dalam dengan tambatan membulat dan ukuran membulat melebihi lubang, agar tambatan tersangkut atau tidal lolos dari lubang. Fungsi dari tali bagian bawah ini akan menahan koteka, agar tidak lepas dan akan tercantol bagian rumah dari ke dua telur. Sementara tali yang lain bagian atas dengan diameter sesuaikan diameter dari badan pemakai koteka, posisi lubangnya 1 cm  dari atas. Proses simpul dan tambatan sama seperti sebelumnya yang membedahkan diameternya saja dan ujung benang melebihi dari ukuran normal, agar saat pakai bisa sesuaikang dengan doameter dari pemakai/pengguna. Dan kalau sudah koteka yang baru jadi akan di bungkus rapi dengan kulit pisang bagian batang yang sudah di keringkan sebelumnya “sejak masih mentah/sengaja”. Kulit pisang tersebut jika hendak di gunakan dari pengeringan satu malam (12 jam) diamkan dulu tempat yang ada angina agar bisa membentuk dan lunak atau  seperti kain. Menggunakan kulit pisang membungkus koteka yang baru jadi dan menggantungkan atau amankan tempat yang jauh dari panas maksimum dan siap di pakai jika perlu.

     Thanks For Reading    

                                                                                                 


                                                                                                Bogor 20 Mei 2020 

                                                                                                      

 

 

 

Post a Comment for "Lintas Koteka"