Pohon Dari Ayah
![]() |
| Alifia Siti Andini. (Penulis) |
“Aduh... aduh... Sakit”! Simson kesakitan tak lama ibu menghampiri Simson dengan tergesa-gesa
“Ada apa nak? Kenapa kau bisa terjatu?” ucap ibu sambil memapah simson ke atas kursi. “Biar ibu obati yah nak”! Lanjut ibu dengan mengusap kepala Simson.
Untung saja luka Simson hanya luka kecil. Kecemasan ibu semakin meredah melihat anak-satu-satunya itu tersenyum.
Simson kembali berjalan ke arah pintu keluar dengan terpincang-pincang Ia langsung menyiram Pohon itu menggunakan air dengan penuh cinta. Ibu melihat Simson dari jauh dan tak terasa air mata Ibu menetes melihat anaknya yang dahulu tak perna menghargai pengorbanan ayahnya, sekarang Ia telah menepati Janjinya untuk mencintai Alam di hadapan Ayahnya, Ibu teringat akan kejadian 2 tahun lalu dimana satu-satunya Pohon kenangan itu akan ditebang demi membayar hutang, namun tak disangka-sangka Simson memeluk Pohon itu dengan eratnya. Simson tak ingin melihat Pohon itu mati. Betapa luguhnya Simson saat itu. Ibu tak menyangka anak berumur 3 tahun bisa menyakini hati ini untuk menjaga Pohon itu.
Lamunan itu kembali buyar ketika Simson memeluk tubuh dengan lembut. “Ibu! Ayah itu kerja apa? Simson tiba-tiba bertanya. Ibu tersenyum melihat wajah lugu itu kembali muncul. “Ayah seorang pahlawan nak! Dia menjaga Alam untuk kehidupan kita” ucap Ibu.
“Lihat Pohon itu! Itulah Pohon yang Ayahmu persembahkan untuk kenang-kenangan dikala kita rindu pada Ayah “ lanjut Ibu sambil menunjuk Pohon itu.
“Aku ingin seperti Ayah Ibu! Ayah sangat hebat... tiba-tiba Simson berhenti berbicara “tapi apa nak?” Ibu bertanya kepada Simson. “kapan Ayah bangun? Kapan Ayah pulang? Aku kangen Ayah Ibu!”
Ibu kaget mendengar ucapan anaknya itu. Ibu teringat kejadian malam itu. Kejadian dimana Simson melihat sosok Ayahnya untuk terakhir kalinya. Kala itu Simson begitu semangat untuk diceritakan sebuah dongeng oleh Ayahnya sebelum tidur, selesai bercerita Ibu mendengarkan pesan terakhir ayah untuk Simson.
“Nak! Berjanjilah untuk menjaga Pohon kita !”
“Aku janji Ayah!” ucap Simson tersenyum. Tak lama Simson tertidur, termasuk kami. Namun Ayah tak perna bangun lagi. Tidur untuk selamanya, Ia dinyatakan telah meninggal., Simson melihat jelas bagaimana Ayah di masukan ke dalam peti.
“Apakah Ayah tidur bu” Simson bertanya. Ibu mengaggut pelan sambil memeluk tubuh Simson, tangan kecil Simson membalas pelukan Ibu. Sekarang hanya ada Ibu dan Simson, hanya berdua.
Lamunan Ibu lagi-lagi buyar . Ibu langsung menatap Simson .
“Ayah ada disini Nak!” jawab ibu sambil menempelkan telapak tangan Simson ke dadanya.
Simson menagis tersedu-sedu’
“Ingatkah akan janji itu nak?” Ibu bertanya Simson menganggut pelan.
“Ibu! Aku ingat janji itu. Ayah ingin aku terus menjaga Pohon ini. Dan sekarang Aku tau alasannya Ayah mengatakan padaku bahwa Pohon ini hanya memberi kehidupan untuk 2 orang saja.
Untuk ibu dan Aku, jadi aku harus menjaganya. Ayah sangat baik sampai-sampai memberi kehidupan melalui Pohon ini kepada kita” Jawab Simson dengan memandang Pohon itu, dengan sesama.
“Tapi Ayahmu bukan hanya menhidupi kita. Ayahmu menanam beribu-ribu Pohon di Alam untuk menghidupi umat manusia” ucap Ibu.
“Benarkah?” Simson begitu kaget bercampur bahagia.
“Iyah nak!” Jawab Ibu
“Aku sayang Ayah dan Ibu” Simson tiba-tiba kembali memeluk tubuh ibu.
“Asal Engkau tau nak! Ayahmu pasti bangga padamu, dan sebenarnya ayahmu ingin semua orang sepertimu yang bisa menjaga Alam dengan baik... Ibu bangga padamu” batin ibu....
TAMAT.
Kuningan 2016
Alifia Siti Andini
Sumber Pohon Penghasil Oksigen:

Post a Comment for "Pohon Dari Ayah"