Bivak Semi Alam
Tempat dimana angin berlalu
Ketika mengakhiri dan memulai hari.
Biasanya tempat angin sejuk menembus kalbu
Tapi selalu rame dan tak perna sepi dengan aktivitas rimbawan mudah.
Kentongan gantung berjamuran, tapi tetap berharap lagi ingin berfungsi, sesuai fungsinya.
Itulah bagaikan telepati, jalan kabar gembira melewatinya.
Canda dan tawa tak kalahnya dengan tarian dedaunan,
datang dan pergi rutinitasnya.
Tak kalah dengan barisan semut-semut hitam yang rapi barisannya.
Bertulisan gantungi "open", di pintunya tak seperti pintu-pintu semut merah, di kala musim hujan.
Nyamuk-nyamuk yang kelaparan, menanti datangnya sumber pakan 'insan'.
Bagaikan monik yang bertopeng merpati
Sementara Marli yang jadi misterius
Jadilah Rimpala sejati.
Bivak 2019

Post a Comment for "Bivak Semi Alam"