Kampung dan Halaman Menanti Pengapdianku.

     
Bogor 03 Januari 2020, 
    Halo ada suara, kawan-kawan seperjuanga? Semogah kita semua semangat persatuan dalam kebersamaan. "Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). 

     SMANAGAT  teman² Happy New Year. Teruslah berkarya yang Torang bisa, jujur saya perna dan sampai sekarang. Terpukul dengan buku yg perna di terbitkan oleh Kementerian Dalam Negri waktu itu pertengahan 2014. " Kampung dan Halaman Menanti Pengandianku" teman-teman ADEM 1. " Angkatan satu" pasti kenal buku itu yang tersebar di Bali dan Jawa. Yang sehabis kegiatan Jambore kalau Jawa Barat dan Banten waktu itu di Bandung di hotel Marbella Dago Bakar. Pokoknya buku itu muncul habis kegiatan itu isisnya rekaman perjalanan kita semua masing-masing.

      Bahkan waktu itu, pulang (petenghana 2016) saya di kawal orang Kemendikbud, dari diantar dari Bandara Sentani samai di rumah (Panti Asuhan Sayap Kasih), Kampung Harapan, bertemu orang tua asuh saya dan lanjutkan ke SD Inpres Kleublouw & SMP Lentera Harapan/ Negeri 4 Sentani, di Kampung Harapan Jayapura, yang duluhnya saya sekolah, mewawancarai atau sekedar bercerita dengan guru-guru. Kebetulan ketemu kepala sekolah pak Fred Koirewoa, dan kegiatan itu berlangy selama dua hari, dan balik dari Papua, mereka kembali lagi ke SMK Negeri 1 Kuningan, di Jawa Barat tempat yang tadinya saya sekolah,

      Bagi saya untuk jadi yang terbaik itu harus, dibidang tertentu khususnya bidang akademik, "wajib" tapi juga harus berorganisasi, walau pun pilihan masing-masing karena organisasi itu wadah buat belajar dan melalui organisasi kita bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat, yang uang masyarakat yang membiayai kuliah/sekolah kita dan bahkan uang kebutuhan sehari-hari,. (kalau yang beasiswa dari duit rakyat). Terima kasih "Kelompok Pemerhati Lingkungan Angsana, yang sudah mewadai saya untuk, ikut merasakan yang di rasahkan rakyat kecil"

      Terlalu jau menurut saya, mengabdi setelah sukses (lulus kuliah dulu).  Yang ada jadi budak yang baik buat negara, "mungkin itu yang terbaik" tapi saya tidak setuju hal itu. Cukup negara yang bekas penjajahan, yang menelan sendiri  UUDnya, seperti ham dst.

      Apa sih yang susah hanya sekedar untuk bersuarah, mengritik, tapi juga bantu yang kita bisa. Setiap libur sekolah dan sampai libur kampus, selalu saya ikut partisipasi setiap kegiatan masyarakat "dimana saja" karena saya dibiayai dari duit mereka.

    Semogah teman-teman yang beasiswa, perlu ingat hal itu, cobah berbagi waktu libur, pisahkan atau luangkan sebentar saja. Ikutan di jalanan, dll. Rasahnya beban berat di pundak seakan perlahan akan jadi ringan.

Bogor, 03 Januari 2020
#ayomenulis

Post a Comment for "Kampung dan Halaman Menanti Pengapdianku."