Naluri Sentuhan Alam
![]() |
| Sambil stop "Cisarua 2020" |
Pembahasan soal naluri adalah dorongan hati/nafsu yang dibawa sejak lahir; Pembawaan alami yang tidak di sadari mendorong untuk berbuat sesuatu; Insting dst (kbbi). Bukan berarti alam yang menyesuaikan ke naluriah (berdasarkan) naluri kita. Karena dunia berkelana khususnya di alam liar dan naluri kita yang bertamu sangant kontradiktif (berlawanan). Oleha karena itu selain terpaksa/wajib adaptasi, bahkan perlu usaha pertahanan diri (survival), untuk sementara waktu. Dan ini pengalaman, bisa saja bedah sama ente.
Salah satu konjungsi (penghubung) antara kita dan alam adalah Kepekaan respon, kepekaan ini sama seperti zat asam/enzim dalam lambung secara alamiah hancurkan/netralkan zat-zat racun yang kita makan, dan ia terus-menerus kerjanya. Jadi atas perintah otak kita harus cepat respon terhadap kondisi tertentu berupa tindakan dan konsisten dalam respon, setiap "sesuatu/hukum alam" yang silih berganti.
Segitiga (📐) ini (kita, alam, dan bersikap) adalah tiga pilar yang saling melengkapi. Dan paling penting adalah bersikap yang berdasarkan kebiasaan (sebelumnya) Yang paling gampangnya "saat nanjak (treacking) posisi tubuh akan sendirinya mengikuti derajat (°) kemiringan, hal tersebut sudah otomatis untuk menghindari tarikan gravitasi yang menyebabkan kehilangan keseimbangan pada kita. Contoh lainnya, kode alam (akan hujan), tanda-tanda seperti (matahari panas kepedisan, angin kencang, mendung, burung berterbangan/ bersiul sebelum waktunya dan banyak lagi yang lain) itu semua bahasa dan hukum-hukum alam, yang perlu kita ketahui sebelumnya. Bagaimana cara respon, instruksi otak yang bisa orientasi medan dan mempersiapkan diri untuk (bertindak).
Kalau menanggap si alam jika berpetualang ke sana,. Perlu metode anak/orang yang berkebutuhan kusus seperti (autis, tunarungu, tuna wicara dst). Karena rutinitas (kebiasaan) kadang kita yang pelan-pelan sesuaikan (adaptasi), walaupun dalam waktu yang lama merubah kebiasaan. Tapi cerita di alam kita boleh adaptasi, hanya saja kebiasaan (hukum alam) tidak bisa kita hindari.
Jadi sebagian dari kita yang kadang ketakutan, apa lagi takut berpetualang. Pada hal kita di bekali dengan kemampuan khusus untuk semua, dan tanpa sadar sudah terkonsep dalam otak kita, jadinya konsep tersebut bisa kita tuangkan dalam sebuah sentuhan atau tindakan, lisan, bahkan tulisan sekali pun", jadi tidak ada yang tidak bisa kecuali menjadi orang lain.
Bogor 04/02/20
#ayomenulis

Post a Comment for "Naluri Sentuhan Alam"