Green gmki

Gereja di bakar, Pelanggaran hak asasi manusia di mana-mana, tapi di bungkam dan tidak ada suara kenabian hadirnya gmki di medan pelayanan masyarakat dan gereja secara nyata.

Bagaimana dengan isu lingkungan?

Bencana alam di negeri ini tak dipungkiri sebagai negara kepulauan yang perubahan iklimnya berbahaya bagi masyarakat kepulauan dan pesisir pantai!

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, (gmki) di setiap cabang pelosok negeri ini harusnya jelih membaca dan menjadi garda terdepan. Untuk permasalahan lingkungan yang terjadi seperti; baik bencana dari alam mau pun manusia yang tak bertanggung jawab.

Sebagai kader gmki berani membelah dalam hal ini. Karena tiga medan pelayanan "Gereja, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat" bergerak dalam satu lingkaran Lingkungan. Yang mana tiga medan pelayanan tersebut memperhatikan dan adaptasi terhadap unsur lingkungan khususnya  (tiga medan pelayanan) dan umumnya  pelestarian lingkungan di planet bumi yang kita numpang tinggali ini!.

Banjir pandang di Sentani,  gempa bumi di Palu, longsor di Sukasari Bogor, Kebanjiran di Jakarta dan eksploitasi hutan di tanah Papua, kebijakan alih fungsi di puncak Bogor, bahkan Indonesia  sebagai negara gudang sampah dari negara-negara asing "mungkin maontras Indonesia dan green peaceh mengetahuinya". Tetapi pemerintah pun tidak ada solusi karena ditutupi mulut dengan kertas (uang) semua kebijakan tanpa memikirkan masa depan dan analisis dampak lingkungan  (amdal), di daerah-daerah pun diam seperti di Papua. Biar perusahaan asing yang menguasai. GMKI harus berani membelah dan hadir sebagai pemuda yang mengabdi di negeri ini sesuai dengan satu dari tiga medan pelayanan tersebut (masyarakat). 

Masyarakat dan lingkungan adalah ekosistem yang tak dapat di pisankan dari unsur lingkungan, sebagai hubungan timbal balik antara manusia dan linginkan itu sendiri (ekologi). Hal ini sudah  menjadi budaya yang saling memberi manfaat  (simbolis mutualisme) harusnya. Bumi memberi kita mengukir karya tapi kita juga menjaganya dan harus lestari secara berkelanjutan (sustinable).

Karena masyarakat atau kita semua yang menjadi insan penghuni planet ini! Punya tanggung jawab yang sama. Pada hakekatnya Tuhan memberikan mandat "hak" untuk mengelola secara bijak, kita tidak berhak merusak! Karena itu saya berani berbicara tentang lingkungan! 

 

Ut Omnes Unum Sint
Kota Injil, 28 November 2020
Kongres gmki 37


Post a Comment for "Green gmki"