Rasa Resah


Jepret Pribadi.PKM Dramaga, November 2021
     Kali ini tak seperti biasanya, cuaca sedang panas-panasnya dan tak mendung, seperti biasa duduk dengan kopi dan sebuah buku di meja. Rutinitas ketika ke sekret Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Dramaga jika selesai berkegiatan ada kegiatan lain tadi (ngopi sambil baca) itu adalah hal wajib setiap kali ke sanah.
Kali ini tak seperti biasanya, dari depan jalan sudah buang siul duluan menyapa Khety, Khenya, Ruby, Winky, dan Kaka (penghuni pkm). Anehnya sudah siang besar gitu sudah pukul 12.14 siang gah ada yang nyaut, sampai depan gerbang mulai membuka pagar, dan mereka satu-persatu sambut.

Singkat cerita, usai aktivitas dengan mereka saya pun mulai aktivitas yang lain, yakni "baca sambil ngopi" tadi. Anehnya kondisi token stabil dua hari sebelum sudah diisi, saat membaca sampai dua halaman, limit token listrik tiba-tiba bunyi, dan samperin langsung berhenti sendiri. Namun saya merinding, merasa tidak nyaman berada di area itu. Kembali dan lanjutin baca lagi ada lima menit lagi pas setelah baca dua halaman pula terus berbunyi lagi. Kali ini dengan rencana turunin meteran saja langsung mau mampir gini, HP di samping nyala dan ada pemberitahuan batere anda tinggal 10% lagi, akhirnya tidak jadi mampir dan keluarkan tali cas lalu sambil cas lanjut baca lagi. Setelah lima menit lagi pintu samping tiba-tiba dibanting dan tertutup sendiri. Pada hal tidak ada orang dan tidak ada angin, lagian cuaca sedang baik-baik saja.

Saya pun penasaran, ini orang sangat disiplin sekali kerjain saya yah? "bertanya dalam hati" lalu sambil narik napas sejenak untuk nengok ke arah jendela. Sepertinya dibalik pagar yang tinggi ada orang-orang proyekan atau kerja kuli bangunan, banyak suara manusia, suara mesin, suara kendaran bahkan suara yang lain tapi aneh dan saya berfikir barang kali ada pembagunan rumah, dan tanpa basa-basi keluar panjat pagar untuk mau lihat doang. Selain daun singkong, daun pisang, pohon jati, daun talas dan sekumpulan bambu sebrang sungai, tidak melihat siapa pun.

Tidak lama kemudian kembali ke kursi, tidak merasa kalau kopi sudah habis. Ambil cangkirnya menuju dapur, sepul/cuci akan dan lanjutkan sedu kopi bagian dua, letakan kopi di samping sambil duduk arah depan jendela besar dan tinggi, dengan jelas kelihatan Gunung Salak, di kaca dua kelelawar lagi pulas dan nempel dibalik gypsum plafon yang masih menyatu dengan kaca besar. Cuekin saja dan lanjutkan baca lagi, spontan hendak cicipi kopi, saat genggam tangan cangkir masih panas, tiba-tiba ada semut yang sudah mati dalam cangkir, akhirnya dengan ujung pulpen narik keluar dan letakan kopi kali ini di atas tumbler yang licin berisi air mineral yang tidak mungkin terjangkau dari kawanan semut.

Akhirnya jalankan lagu-lagu tentang Tuhan (lagu rohani) dari hape dan lanjut aktivitas lagi, kali ini merasa peperangan roh siang-bolong, pada hal tidak sedang doa. Dari lagu-lagu ada nama Yesus yang kumandangkan, lalu ketenangan dalam alunan lagu-lagu menemani dan keresahan tadi pergi tinggalin tanpa pamit.
Mungkin kalau kamu adalah orang baik, yang tidak memilih-milih teman, tapi ternyata Tuhan tidak mau berteman dengan siapa pun selain diriNya. Karena Iblis datang hanya untuk menukar kedamaian dengan kegelisahan.


Kamis 18 November, 2021

2 comments for "Rasa Resah"