How are You, Khety
kamu apa kabar hari ini?
Sudah mulai kah? rindu jadi tumpuan tempat mengadu, biarkan lutut rapuhmu yang mengetuk sanubarimu
Ia pasti segan, jika kau hanya pelayan
Biarkan tinta terus mencoret, menggores, sampai mengukir "jika mau" di lembar yang sama, yang tak perna penuh, sobek, dan kotor, apa lagi hilang.
... di pipimu!
Hay sa*ang
Dekap rindu dengan manis "nanyian tanpa nada dari rahim rimbamu"
yang tak perna sampai,...
suaramu terbawa gelombang sinis dan berlabu di pebuhan yamatay
sambut dengan sederhana dan rangkul dengan seadanya.
Peluk dirimu kala panen rindu yang masih mekar,
rebutan dengan lebah di halaman
Ingat kah say*ng?
seharian bunga bisa mekar, tapi
bisa juga gugur
Saya*g,...
Khan kita nabur rindu, benih unggulan yang tak pernah ada musimnya, tak pernah kering, dan tak pernah berhenti bertunas.
Rindang memproduksi oksigen, buat kita bernapas
Sombar sekali, untuk kita berteduh
Subur menggeburkan tanah, untuk rumah organisme dalam tanah dan
Kokoh, agar kita bisa bersandar
Sayan*,...
tahu tidak?
kita hany nanam, tapi yang rawat rindu itu adalah mimpi,
kita boleh untuk bermimpi lagi
tidak ada kah sedikit keindahan Tuhan di sekitar, yang buatmu senyum
yang buatmu bertahan
dan yang buatmu dekat, tembok yang menghalangimu pun
bisa kau ajak gobrol bukan?
Sayang,...
Kita hanya pelancong yang pernah ketemu, tanpa rencana, tapi bisa kita ketemu lagi karena pernah ketemu.
10.01.22
Post a Comment for "How are You, Khety"