IDEALIS VS REALISTIS

JP. Cikaniki Research Station. 02/2022
TNGHS, National Park.

Kalau penduduk dunia, World Population Review 8.005.176.000 jiwa per Rabu (8/2/2023). Data tersebut dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).8 Feb 2023. 

Maksudnya berapa sih, begitu banyaknya jumlah manusia di muka bumi ini, ada kah yang begitu idealis dalam bidang tertentu pada umumnya dan khususnya bidang konservasi? 

Emang adakah pengaru jumlah manusia terhadap aktivitas yang bertentangan dengan lingkungan (konservasi)?. Yang pasti hukum sebab dan akibat kalau bahasa sehari-hari, bisa juga hukum Newton, akibat dari sebuah aktivitas tentu mengubah perilaku, entah itu warna, perpindahan tempat dan lain sebagainya. 

Yang pasti aktivitas manusia dgn angka delapan ribuan, tentu mengakibatkan bahkan menggunakan energi khususnya energi bahan bakar fosil. Brian O’Neill dalam Reuters, Senin (11/10/2010), katanya (Semakin banyak jumlah manusia di muka bumi maka akan menyebabkan semakin bertambahnya jumlah penggunaan sumber energi dari bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil dalam jumlah yang banyak itu akan menyebabkan besarnya jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer). 

Ilmu lain juga yang bersangkutan dari ilmuwan Amerika Serikat, Jerman, dan Austria, yang dilaporkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengungkapkan (Lambatnya pertumbuhan penduduk dapat mengurangi laju emisi gas rumah kaca hingga mencapai angka 16 – 29 persen dan dapat menjaga suhu global dari efek-efek serius tertentu. Meskipun begitu, rendahnya pertumbuhan penduduk juga tidak serta-merta dapat mencegah terjadinya perubahan iklim). 

Jadi yang Saya mau ulik dari segi manusia terhadap lingkungan, atau menjadi pertanyaan nya adalah berapa banding sih, manusia idealis atau konservasionis yang pernah ada, atau yang masih ada sekarang bahkan nanti akan ada suatu saat nanti. Tapi yang pasti ada... 

Tingkatan paling tinggi, adalah para pakar-pakar dengan ilmunya, dengan usahanya, dengan kerja kerasnya. Maksudnya mereka yang menaklukan masa (hidup beberapa abad dengan idealismenya tanpa luntur). 

Namun tak luput dari hal-hal yang bertentangan akan ada selalu, kenapa? Karena selama masih bernapas, pasti masalah akan selalu ada dan ternyata mereka punya strategi seperti bermain Rubik atau permainan lain seperti bolah, khususnya sepak bola kalau seseorang yang bermain di posisi gelandang, tentu ia maju untuk menyerang, tapi ia akan mundur untuk bertahan, begitu juga permainan catur dll. Maksudnya mereka punya strategi untuk menjalani hidup dengan idealismenya. Karena kalau kaku idealismenya saya rasa hanya orang yang belum pernah merasa susah hidupnya. 

Suatu hari, hari itu adalah Rabu 23 Feb 2023. Kira-kira jam lima sore. Teman seangkatan di kampus, selama 1 tahun ia bekerja di suatu perusahaan kayu yang berada di Kaimana Papua Barat. Setelah ia kembali ke Jawa selama 1 tahun bekerja, Saya kepo dan berdiskusi dengannya mengenai kerjaannya, dll. Tapi ia menawarkan Saya untuk menggantikan posisinya di sana, Dia bilang kalau mau, Saya antar ke bos nya di Jakarta dan kita diskusikan lebih lanjut. Jalannya diskusi beberapa pertanyaan yang Saya ajukan, dia langsung bilang, sekarang itu kita Realistis bukan Idealis lagi! Memang saya tau itu, tapi kita butuh makan dll (katanya). 

Pernah saya menulis tulisan yang judulnya "Rinduku pada Rimba Papua". Waktu itu intinya dalam tulisan tersebut, bagaimana sebuah rotasi alami dan sempurna serta kompleks yang terjadi di alam semesta, khususnya di hutan. Semua yang beranak-pinak dengan kehidupan yang terus-menerus tanpa ada campur tangan manusia, seperti satwa dan tumbuhan yang juga melekat dengan keragaman suku-suku, cara mereka hidup yang berdampingan dengan Alam Papua. 

Tapi kali ini berbedah dengan tulisan itu, justru yang memungut biji dari hutan, pindahkan ke persemaian lalu nanti akan ditanam kembali di hutan... Lalu pohon-pohon akan menjadi besar dan akan ditebang pula dengan cara tidak terhormat (ilegal, alih fungsi dan pertambangan). Namun bekerja di perusahan memang bagian dari konservasi! Yang mencari keuntungan atas sumber daya alam yang ada. Sesuatu yang bertentangan dibenak dan menjadi onak bagi hati adalah. Yang bagaimana kita ketahui info akhir abad yang lalu, bagaimana kelapa sawit mulai masuk di tanah Papua, tidak hanya itu tapi dari setiap masa presiden, yang ada hanya cerita buka lahan, buka lahan dan buka lahan untuk berbagai kebutuhan manusia, salah satunya pertambahan penduduk dan Lagi-Lagi pemekaran provinsi yang ada. 

Soo.... Pemikiran Saya, menjadi idealis penting, tapi bersifat lunak. Bukan luntur, artinya idealis kita yang menyesuaikan kondisi karena dalilnya kita bersosial. Dalam bersosial akan terjadi hal-hal yang baik sejalan dgn kita mau pun yang bertentangan dan kemudian akan terjadi dalam satu waktu yang sama. Kalau idealis bidang konservasi atau menjadi konservasionis selain beberapa poin sebelumnya karena tanggung jawab atau tepatnya karena kita peduli terhadap lingkungan. Bayangin hal kecil ini... Suatu taman, ada tempat sampah di pojok, kita memilih masukan sampah disanah sementara teman kita buang begitu saja. Jadi hal-hal seperti ini bisa dilakukan semua orang, namun itu pilihan, pilihan nya ada yang seenaknya dan seharusnya. Bedah tipis, kalau kamu apa? Sesuka atau sesuaikan (kata lain). 

24 Februari 2023

#ayomenulis 

Post a Comment for "IDEALIS VS REALISTIS"