KETENANGAN VS KERINDUAN

Doc Rimpala. 2017
Alam adalah Ibu, dia tempat pelarian terbaik, tiada lawan! tiada saingan! jika resah terus menyapa. Di alam semua kebutuhan tersedia, dia alam yang selalu menentang tentang kreativitas, di alam membentuk karakter tanpa banyak gaya dan di alam selalu menentang bermalas-malasan apa lagi persetan karena akibat dan itu mutlak dari kefatalan itu selalu menunggu akibatnya, bahkan seolah-olah di alam banyak waktu dan gudang ilmu pengetahuan. Tapi ia tidak segan dan tidak merasa rugi akibat dari risiko yang akan didapatkan... 

Hari yang namanya hari minggu, Hari ini bedah dari hari-hari sebelumnya, rasanya bukan bosan di sini (di alam), tapi ingin keluar mencari yang Maha Kuasa, hati ini ingin sekali ketemu Dia, akhirnya pagi-pagi rapi-rapi, mendayung sepeda tua si Hiawata, aku melewati semua rintangan ocehat alam dan dengan berbagai tawarannya itu. 

Pagi itu tiba di tempat para orang Kudus bertemu, memuji, menyembah dan bersaksi serta tempat orang beriman bersekutu. Tiada yang datang lebih awal selain Saya, Rumah itu begitu megah dan gagah, pintu terbuka besar, sandari sepeda dan cepat-cepat melangka dengan yakin. Keyakinannya untuk bertemu Bapa Gembala atau Ibu Gembala. Puji Tuhan, benar Bapa Gembala orang pertama ketemu di tempat tujuan. 

Pukul 09.15 wib ibadah segera mulai "biasanya", maka sejak 08.15 wib sudah mulai jalan dan tepat 08.33 wib. Sehabis salaman karena masih ada waktu, menuju warung, sambil ngopi cari inspirasi. 

Tiga hal yang ingin capai dalam waktu cepat hari ini adalah, mau datang pertama sebelum mulai ibadah, ketemu orang pertama dengan Bapa Gembala atau Ibu Gembala dan paling penting lagi mau ibadah dengan bebas. Karena dalam ketenangan, kerinduan masih sanggup membujuk dari dalamnya ketenangan atau pelarian dari perjalanan. Namun, hari ini lain cerita, berani untuk berkelana "lebih jauh" lagi mencari. Jadi kalau ketenangan yang menghampiri, tapi kerinduan harus saya cari sampai ketemu. 

Point terakhir menarik, karena beberapa waktu terakhir saya sibuk dengan alam dan kehidupan sendiri, tapi senyaman-nyaman nya seperti ilustrasi "alam" di atas, semua yang saya perlukan ada semua, karena memang di alam penuh dengan banyak tawaran, ternyata hakikatnya manusia yang selalu tidak puas itu benar. Ada yang kurang dan itu memang sangat penting aslinya, yakni ketenangan hati, bukan ketenangan karena serba ada yang diperlukan bagi tubu/jiwa, melainkan kebutuhan bagi roh. Semoga kalian semua tidak jauh dari sujud dan doa, damai selalu. Amin 

Sunday, 26 Feb 2023.

Post a Comment for "KETENANGAN VS KERINDUAN"