Murina

 Akhir dari puisinya tidak dibaca, karena menyinggung bapaknya yang merupakan seorang pelaut. Sebenarnya karena terpaksa berpuisi nya. 

Murina


Aku duduk di pantai melihatmu. 

Melihat ke kejauhan 
di mana kau menjadi langit. 

Bagaimana aku bisa menghitung semua jalur dan 
gelombang yang kau buat dengan angin? 

Kulihat ke dalaman birumu. 
Rahasia apa yang kau sembunyikan? 

Itu warna yang 
menggoda para pelaut? 

Saat kau berada 
dalam keheninganmu? 

Kulihat kau dalam emosi jahatmu.
Dan aku tidak mempercayaimu. 

Laut, aku tidak tau
bagaimana memahamimu. 

Di depanmu, laut, aku terdiam. 

#Murina, 8 April 2022.

Post a Comment for "Murina"