Jejak Ibu (𝘔𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳'𝘴 𝘛𝘳𝘢𝘪𝘭)
![]() |
https://www./search?q=ibu&client=ms- |
Mungkin hanya perasaan, tidak asing memang semua rutinitas khususnya dapur, gimana seseorang (suhu dapur) yang memang selalu sibuk, entah mask, nyuci, buat resep bumbu dll. Tapi itu dulu! Ada hal yang tidak biasanya, waktu dimana transisi antara ada tadinya dan tiada sekarangnya, tapi entah bayangan, ada penampakan senyumnya yang biasanya ramah bilah sesekali tatapan bisunya. Tapi begitu tapak tulusnya seakan-akan semua sudut rumah kuning ini begitu berbicara.
Wastavel bekas tangan yang pernah ia kerja, dan kata batin nya air akan meluap rupa angin laut. Ia akan menghembus kembali entah sudah di lautan bebas, bahkan sudah terhembus dan menguap lalu menjadi awan di angkasa. Begitu juga dengan semua benda-benda dapur lainnya.
Suatu kali temanku "ngajak" untuk sedu kopi sendiri, dengan rasa segan dan merespon sebuah kesempatan itu, bagaimana memaknai sebuah hidup yang seperti mimpi dengan dingin begitu berjalan berdampingan. Aku merasa berjalan seperti di atas pohon tumbang, pohon terakhir yang tersisah dari genggaman tangan-tangan angkasa murka. Ada rasa takut "jatu" Namun hanya itu satu-sayunya jalan menuju negeri seberang. Tapi tanpa bekal ilmu sebua perjalanan yang harusnya bukan ini waktu nya. Petualangan yang sudah di strakan oleh penyelenggara, yah mau tidak mau, tapi syukurnya pengalaman yang memandu sebagai leader.
Mungkin begitu, jika para akademisi membuat sebuah definisi dengan kajian teori dari berbagai literatur dan juga ilmiah. Yah kita yang akademistis sama hal budayawan atau seniman, menjelaskan sesuatu yang tidak bisa dipandang dengan satu sudut dan begitu misteri.
Ia begitu cantik dan menawan, setiap waktu Ia selalu tampil bedah, sehingga iterpretasi kemaren bedah dengan hari ini.
Wednesday, Nov 09 22

Keren suhu
ReplyDeleteSiap komandan
ReplyDelete