Ngata-ngatain Dia (Gunung Salak)


Abdul (2022)

Gunung Salak....
Gunung ini masih sambung dgn Gunung Halimun. Penampilan gunung ini kalo di lihat dari berbagai tempat tentu berbeda, karena terletak di 3 wilayah (Lebak/Banten, Bogor dan Sukabumi) tersebut sangat eksotis, selain para pendaki, perjalanan wisata minat khusus untuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TN GHS) ini sangat saya merekomendasikan, khususnya Resort Cikaniki, yang letaknya dalam kawasan tnghs dan dilengkapi dgn berbagai fasilitas kebutuhan penelitian termasuk perpustakaan perbendeharaan buku-buku hasil penelitian sebelumnya dari berbagai individu, institusi khususnya keilmuan basis (science) sains yang bersangkutan yang bisa memperkaya wawasan.

Keanekaragaman hayati yang dimiliki tnghs memang begitu misteri selain beberapa satwa liar baik mamalia (hewan menyusui) dan reptilia (hewan melata) yang membahayakan, "sanca, ular pucuk dan macan tutul" kelompok lain seperti Aves (burung) Pisces (ikan) dan Amphibia (amfibi) menjadi habitat dan keberlangsungan hidup yang terus-menerus terjadi dalam kawasan sebagai kawasan penjangga ekosistem yang sistematis khususnya kebutuhan air bagi mahkluk hidup yang mengaliri diberbagai kota dari 3 wilayah tersebut.

Selain keanekaragaman hayati berupa fauna (hewan-hewanan) ada pula berupa flora (tumbuh-tumbuhan) baik kayu dan non kayu khas tumbuhan pegunungan dan tipe hutan tropis yang memang curah hujan rata-rata setiap tahun data penelitian menujukan masih standar. Sehingga kawasan tnghs sangat rimbun dan lebat dengan keaslihan tumbuhan endemiknya seperti Rasamala (Altinyia excelsa) Saninten (Castanoptis argentea), Puspa (Schimawalichii) dan masih banyak lagi.

Begitu juga dengan non kayu seperti diberbagai ketinggian zona baik panas, sedang dan dingin sekalipun. Ketinggian kawasan ini hanya mencapai 1.929 mdpl (meter di atas permukaan laut) untuk Gunung Halimun sedangkan Gunung Salak 2.211 mdpl artinya tidak lebih dingin pada ketinggian yang normalnya diatas 2.500 mdpl. Tapi bisa dicoba seperti apa dinginnya.

Berbagai tumbuhan diluar kayu, banyak sekali tumbuhan berbunga yang jumlahnya lebih dari 700 tumbuhan, termasuk tumbuhan hias dan tumbuhan obat dan semua digunakan masyarakat sekitar kawasan tnghs untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup (etnobotani), yang menariknya mereka mengambil yang mereka butuhkan dan sebagai timbaliknya mereka menjaga hutan dgn keaslihannya.
Bahkan Abah Anom (Ketua Adat Kasepuhan Cipta Gelar). Beliau bilang "Ibu bumi, Bapak langit" Kalimat singkat tapi bermakna dalam, kalimat ersebut bermakna "Sebagai Ibu, dia harus merawat rambut (perlambangan dari hutan) sehingga sang Ayah (perlambangan dari langit) akan mencintai bumi ini dengan cara memberikan hujan dan kehangatan yang cukup".
Begitu cukup, ngatain beliau (Gunung Salak dan Halimun Salak)

28 Desember 2022

Post a Comment for "Ngata-ngatain Dia (Gunung Salak) "