PENGHUNI KALI BAG

Pertama kali sa dapat ajak deng ade², tong naik sampe air terjun "Air Terjun Nolokla". Sepanjang perjalanan sa perasaan macam lain "ada energi mistis” tidak semua tempat memang di perjalanan. 

Tempat itu sa mark hari itu, dan suatu hari sudah jam 17 lewat (jam 5 sore). Sa nekat sekali menuju Kali Bak, niatnya merendam...

Tanpa sa sadari, langka menuju tempat yang perna sa tandai (mark) sebelumnya di avenza maps...

Macam sa ada di dua dunia kha....
Kepala adem, suara air yang mengalir tersayu-sayu di telinga, aromah hutan angin sepoi-sepoi yang indah...

Tapi entah mengapa, jantung berdetak semakin kencang, keringat dingin tra baik, kaki gementar, seolah-olah ada benda abu-abu dekat pohon tumbang, samping batu besar, hati ingin nengok tapi kepala tidak inginkan dan terus menatap air yang terus mengalir...
"Sa menikmati sekali, atraksi perdebatan antara batin dan nalar" 

Lama kelamaan sa keram dengan kondisi seperti pertama datang sebuah batu kecil yang terbalut akar pohon....

Bulan di langit cerah sekali, ia menyinari dibalik daun-daun hutan campuran (sekunder tua) yang sebagian endemik hamparan Akasia (Acacia), Cemara (Gymnostima sumatranum)
 dan kayu Merbau (Intsia bijuga),
 dan sebagian Pandan (Pandanus amaryllifolius). Nanas hutan sangatlah familiar memang DAS KB (Daerah Aliran Sungai Kali Bak) ini.

Tra tau fikiran melayang entah kemana, hanya tubuh yang tertinggal,. Tersadarkan kembali, tengok kiri kanan; sunyi...
Nyanyian hutan dengan tarian, kegulitaan membalut percikan cahaya bulan, perlahan mengiringi bulan akan bersembunyi dibalik perbukitan, putih pancaran air dari langit yang malam pun, tetaplah cahaya yang dapat dipancarkan...
diselah batu-batu, satu-satunya barang terang ditengah hutan sepangkal ini, "sisi lain ia terus membasu kepenatan rimbawan amatir" qiqiqi.

Dinginnya sampai mengenai sum-sum semua tulang yang terkonstruksi serangkaian tubuh ini, otak su tra mampu berfikir sejerni Kali Bak lagi. Su keram bahaya,.

Hampir 15 menit berbaring di tanah, mengumpulkan tenaga, raba-raba mencari pakaian, sandal dll.

Setelah semua selesai dikenakan, bungkusi pori-pori yang mungkin su corong suhu sekitar, tapi tetap ingin  pulang...
Tempat yang tadi tra ingin tengok itu, ada bekas api yang memanggil, ada aromah asap tajam yang sa hirupi...
Tra pake tawar, menuju hampiri api itu, duduk dekat-dekat sampai terkumpul  tenaga stabil kembali, badan hangat ada energi buat kembali pulang.

Arang panas tanpa nyala api itu, tadinya ia tersenyum saat hembusan atau nafas arus ketika sa pas mo balik, ia terlihat.

Setelahnya lepaskan topi, ke air tada air lalu padamkan api yang tadi, segerah pulang dengan senter hape,. Sampai di Kali Bak "tempat wisata/permandian) semua tentram, sepi... 
Sa terus saja berjalan dan pulang,. Pas gerbang ada keinginan tiba-tiba untuk chek jam di hape, ternyata sudah jam 22.43 (sebelas malam).

Terus berjalan sampai di jalan Khalkote sudah 23.17.

Sehari berlalu, 30 Des 2025. Aslinya bawa motor servis di bengkel, tp karena semua bengkel tutup masih pagi baru jam 7 lewat, akhirnya menuju Kali Bai kembali lagi.
Langsung menuju tempat sebelumnya, sama seperti sebelumnya di tempat yang sama. Tiada satu pun manusia yang sa temui selain yang minum-minum minuman beralkohol sekitar Kali Bak di kolam. 

Di jalan memang ketemu satu janggu yang pukul kawat pagar besi, de pikul dari t
Pagar tempat sumber air yg dari pipa besi, de kira sa pelari kha...
Buang senyum sewajarnya bahasa isyarat sapaan. 

Tempat yang sa merendam sebelumnya nya itu, cahaya mentari pagi lembus sampe, sa su keluarkan hp mau photo barang itu, tapi bagian barat dari sungai ada yang batuk, yang tertangkap dalam sa pikiran bayangan seorang gadis berambut pirang, entah peranakan Insos atau Ai, tra jauh dari itu. Badan langsing, kenakan celana Levis berwarna biru terang, dan baju hijau krem leher bulat, di lengan kiri ada gelang besi dari Biak, sedangkan lengan kanan sekan rotan dari wamena baru genggam handphone yang ada gantungan kucing warna pink. 

Tiba-tiba sa pikiran ini macam, air yang mencari jalan ketika membendung...
Sa menutup mata sejenak, menahan nafas dan fokus tingkat tinggi.

Setelah batuk, susul tarik nafas tapi lewat hidung, jadi kedengaran seperti menarik ingus tapi tanpa bunyi ingusnya....

Sa su tra bisa mengatur keseimbangan, kepala su ajak debat,. Informasi yang terserap sensorik itu, motorik harus bertanggung jawab, atas perintah untuk bereaksi, tidak lain adalah menengok untuk melihat siapa gerangan itu? 

Sebrang jalan sepangkal pohon tumbang dan batu besar yang sa lihat malam sebelumnya... 
Ada bunga ungu yang sangat cantik sekali,. Perasaan dan suara lembut yang sa dengar, "selamat pagi, oh Tuhan... Terima kasih" 
          Blue flax lyli (Dianella caerulea)

Seolah-olah macam dengan manusia, hampiri bunga itu, ulurkan tangan menempel dibelakangnya tanpa sentuh, seksama sa perhatikan bunga itu dengan cermat.
Photo dia beberapa kali cepret, sa tinggalkan dia.

Lanjut ke tempat sebelumnya, lanjutkan aktifitas merendam, sa menggenggam batu dari pinggir, genggam tp sambil pegang alat bantu agar terendam.
Tra tau su keberapa kali, ambil nafas kembali merendam lagi...

Tiba-tiba macam ada benda besar yang jatuh ke air, arusnya sangat terasa bedah dari sebelumnya. 

Harusnya sa kaget, tapi semakin lama sa semakin betah dalam air. Bisa buka mata, eh gelembung air bebatuan bersih, dengarin suara air ...
Singkatnya lebih sensitif, bila aktifkan indra tertentu dalam air, sa bingung sendiri "masa sa bisa berlama-lama dalam air yah?" 

Ada satu helai daun, emang tra hijau tapi tra kering, warnah indah sekali, ia terbawa air dan sa lihat bayangannya, ibarat ia bebas dan bersahabat dengan arus air... "Sa pikir kembali, eh daun tong dua sama ya..." 

Aktifkan indra lain, yang buat tong berada di dua alam yang berbeda "supranatural" memang perlu latihan yang memerlukan waktu panjang, selain waktu yang panjang yang paling penting disiplin.

"Sa menikmati waktu-waktu emas, ketika sa menyendiri" waktu emas buat sa dan sa punya pandangan sederhana ; bebas 

Kalau gimana-gimana, yah gimana nanti "nya". Karena kebebasan yang sa maksud pekerjaan diluar kendali atau lampaui batas-batas manusiawi dalam diri masing-masing manusia "kayaknya".

Bahkan sa merasahkan panas dalam air, dengan melihat di dada, kaki, tangan dll yang terkenal sinar matahari pagi...
Ini dalam air, pagi sekitar jam 8-10 pagi coba, bayangkan saja....
Ketika keluar, panas di darat dan dalam sama, ini dalam air yang sa maksud terrendam dalam air seluruh badan yang dalamnya hampir satu meter.

Apakah itu kekuatan fikiran namanya? Atau khayalan semata? 

Post a Comment for "PENGHUNI KALI BAG"